Ternyata Choirul Huda Adalah Korban Keempat Keganasan Dan Kebrutalan Liga Indonesia




Ternyata Choirul Huda Adalah Korban Keempat Keganasan Dan Kebrutalan Kompetisi Indonesia  - Liga Primer Inggris disebut-sebut sebagai salah satu kompetisi terberat dan terkeras di dunia. Namun jika menengok ke belakang kompetisi Indonesia sejak awal 2000, reputasi di kompetisi Inggris itu agaknya belum seberapa. Total kompetisi di negeri ini sudah merenggut empat nyawa pemain dari lapangan hijau sejak 2000 lalu. Choirul Huda tercatat sebagai korban keempat yang meninggal karena kerasnya kompetisi sepak bola di Indonesia.




Kiper 38 tahun itu meninggal di RS Dr. Soegiri setelah berbenturan dengan rekan setimnya sendiri, Ramon Rodrigues saat Persela menjamu Semen Padang, pada laga lanjutan Liga 1 di Stadion Surajaya Lamongan, Minggu (15/10). Tercatat ada tiga nama pemain lainnya yang juga meninggal dunia saat memperkuat timnya di kompetisi Indonesia sejak 2000.

eperti yang diliris dari situ CNN Nama-nama tersebut adalah mendiang pemain Persebaya Surabaya, Eri Irianto, Jumadi Abdi (PKT Bontang) dan pemain Persiraja Banda Aceh, Akli Fairuz. Mereka meregang nyawa setelah melakoni laga membela klubnya. CNNIndonesia.com mencoba merangkum cerita kelam yang tampaknya belum juga berakhir di sepak bola Tanah Air.



Eri Irianto


Gelandang Persebaya Surabaya, Eri Irianto, sempat kolaps di lapangan saat membela timnya menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 Nopember pada 3 April 2000. Eri langsung dilarikan ke Rumah Sakit Doter Soetomo, Surabaya, untuk mendapat perawatan intensif.

Setelah mendapat penanganan gawat darurat, nyawa rekan setim Bedjo Soegiantoro itu tak terselamatkan. Eri disebut tim dokter meninggal karena serangan jantung.


Benturan keras dengan pemain asing PSIM, Samson Noujine Kinga, membuat Eri Irianto terkapar di lapangan dan tak sadarkan diri.

Jumadi Abdi


Pada 2009, kompetisi sepak bola Indonesia kembali memakan korban. Adalah gelandang andalan PKT Bontang, Jumadi Abdi, yang juga meninggal dunia akibat kerasnya pertandingan saat PKT Bontang menjamu Persela Lamongan pada laga Indonesia Super League (ISL), di Stadion Mulawarman, 7 Maret 2009.

Kematian Jumadi terasa begitu pilu dan mengerikan karena benturan sangat keras dengan pemain Persela, Denny Tarkas. Kaki Denny tampak dengan sangat keras mengenai perut Jumadi sehingga mengalami pendarahan organ dalam.

Anehnya, Denny yang melakukan pelanggaran sangat keras tersebut hanya mendapatkan kartu kuning dari wasit Mukhlis Alifatoni yang memimpin laga tersebut.


Setelah sempat koma di rumah sakit, Jumadi mengembuskan napas terakhir pada 15 Maret 2009. Kejadian itu pun kembali menggemparkan sepak bola nasional lantaran terjadi begitu mengerikan.

Akli Fairuz


Berselang enam tahun kemudian, laga maut di kompetisi sepak bola Indonesia kembali terulang. Pertandingan kali ini terjadi di kasta kedua kompetisi Indonesia, Divisi Utama, yang mempertemukan Persiraja Banda Aceh melawan PSAP Sigli pada 10 Mei 2014.

Laga ‘berdarah’ itu menewaskan pemain Persiraja, Akli Fairuz setelag berbenturan sangat keras dengan kiper PSAP, Agus Rohman. Akli yang berusaha merebut bola rebound karena tangkapan tak sempurna dari Agus, justru mendapat benturan keras dari sang kiper.


Kaki Agus mendarat tepat di perut Akli yang langsung roboh seketika. Ia langsung dilarikan ke rumah sakit setelah mengerang kesakitan dan tak sadarkan diri.Akli akhirnya meninggal dunia enam hari kemudian di rumah sakit setelah mendapatkan perawatan intensif.

Nah itulah korban kebrutalan dan keganaan kompetissi di Indonesia, dan artikel ini bia kamu temui di:
choirul huda persela,choirul huda kiper persela,choirul huda timnas,biodata choirul huda,biografi chairul huda,biodata choirul huda persela,istri choirul huda,khoirul huda kiper persela,khoirul huda kiper,profil choirul huda kiper persela,choirul huda persela lamongan kompetisi indonesia super cup,kompetisi indonesia super league,kompetisi indonesia super,liga indonesia 2017,liga indonesia klasemen,liga indonesia hari ini,kapan liga indonesia akan bergulir,liga indonesia baru,liga indonesia baru 2017

0 Response to "Ternyata Choirul Huda Adalah Korban Keempat Keganasan Dan Kebrutalan Liga Indonesia "

Posting Komentar